Selasa, 10 Februari 2015

Faktor Resiko Aritmia Jantung

Terimakasih atas kesediaan anda untuk berkunjung ke blog kami. Kali ini kami akan berbagi informasi pengenai faktor resiko meningkatnya aritmia jantung. Simak informasi selegkapnya di bawah ini,

Aritmia Jantung
Penyakit aritmia jantung disebut juga disaritmia adalah irama jantung yang abnormal, yakni jantung berdenyut secara tidak teratur, bisa terlalu cepat atau terlalu lambat. Gangguan irama detak jantung, baik yang denyutnya menjadi lambat maupun cepat, sebaiknya tidak dianggap sepele. Sebab, penyakit aritmia jantung ini bisa meningkatkan risiko stroke atau kematian mendadak. , sekitar 60-80 denyut per menit. Ketika kita sedang berlari, menaiki tangga, atau melakukan aktivitas fisik yang berat, denyut jantung bisa meningkat hingga 200 denyut per menit tergantung kerasnya aktivitas fisik yang dilakukan.Pada pendeita aritmia jantung, irama jantung berdetak secara tidak beraturan abik lamban ataupun cepa, amun sebagian besar kasus penyakit tersebut jantung berdetak dengan irama yang cepat.

Berikut ini Beberapa Faktor Resiko Aritmia Jantung

 Siapa yang Paling Beresiko Menderita Aritmia Jantung?

1. Penderita tekanan darah tinggi (hipertensi) dan kolesterol tinggi

Tekanan darah tinggi terjadi akibat adanya penyempitan dan sumbatan pada pembuluh darah. Padahal jantung terus memompa darah. Akhirnya darah akan terus mendorong dinding pembuluh darah yang dilewatinya. Inilah yang disebut dengan tekanan darah tinggi. Kondisi ini juga mengakibatkan jantung bekerja lebih berat. Salah satu penyebab terjadinya sumbatan adalah kolesterol jahat (LDL)

2. Penderita tekanan darah rendah (hipotensi)
Tekanan darah rendah terjadi akibat jantung memompa dengan lemah. Seperti air yang mengalir dengan lemah dan dalam jumlah tidak mencukupi akibat kurangnya tekanan dan dorongan yang cukup dari mesin pompa.

3. Penderita jantung koroner

Sama kondisinya seperti penderita tekanan darah tinggi

4. Penderita diabetes
Kadar gula pada darah penderita diabetes cukup tinggi. Kondisi ini menyebabkan darah terlalu kental sehingga merusak semua pembuluh darah di tubuh. Termasuk pembuluh darah di jantung. Ini mengakibatkan jantung mengalami gangguan dan bekerja lebih berat.

5. Penyuka kopi dan minuman soda


Kopi dan soda merupakan jenis minuman yang menguras kalsium dari dalam tubuh dalam jumlah besar. Sehingga tubuh akan mengalami kekurangan kalsium begitu cepat dan drastis. Penderita aritmia jantung sudah dipastikan menderita juga penyakit osteoporosis (tulang keropos). Padahal organ-organ tubuh membutuhkan kalsium. Salah satunya adalah jantung yang membutuhkan kalsium untuk terus bisa memompa secara prima.

6. Sedang mengkonsumsi obat-obat kimia tertentu

Obat-obat kimia jenis tertentu dapat menimbulkan efek samping jantung berdebar tidak normal.

Tanda Gejala Aritmia Jantung

Gejala penyakit aritmia jantung biasanya berupa nyeri dada dan rasa berdebar-debar, kebanyakan pasien aritmia mengeluhkan perasaan seperti mau mati. Kecepatan denyut jantung pada gangguan aritmia bisa mencapai 300-400 per menit. Bila dalam 10 menit tidak tertolong bisa menyebabkan kematian mendadak.

Rekomendasi Pengobatan


Untuk gangguan irama jantung yang terlalu lambat, dokter akan menanam alat pacu untuk membantu mengatur kembali detak jantung. Jika alat pacu mendeteksi denyut jantung yang terlalu lambat atau tidak ada denyut jantung, maka alat itu akan mengeluarkan listrik yang merangsang jantung untuk mempercepat atau mulai berdenyut kembali. Ketika aritmia tidak dapat dikontrol dengan perawatan lain, dokter akan melakukan pembedahan untuk menghilangkan atau menghancurkan jaringan jantung penyebab aritmia.

Bagi anda yang memiliki keluahan penyakit aritmia jantung, kami merekomendasikan ACE MAXS sebagai solusi pengobatan aritmia secara tradisional. Informasi selengkapnya silahkan bacaa juga artikel Pengobatan tradisional aritmia jantung dengan sekasama

Terimakasih atas kunjungannya, semoga sajian informasi yang kami samapikan bermanfaat dan lekas sembuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar